Narasumber kami
yang ketiga yaitu, Erlinda yang biasa dipanggil Linda. Menurutnya awal masuk
kelas komunikasi ia merasa kaget, karena dia tidak mengetahui komunikasi itu apa,
karena dia tidak pernah dengar jurusan komunikasi. Dia masuk jurusan komunikasi
IPB karena kemauan kedua orang tuanya. Dia tidak mengelak karena orang tua
terutama Ibunya tetap menginginkan ia masuk komunikasi, tetapi selain karena
hal tersebut ia juga mau mencoba masuk jurusan komunikasi.
Menurutnya
perbedaan saat SMA dengan kuliah adalah dalam hal tugas. Tugas kuliah itu
sangat berat dibanding SMA, tetapi tetap seru. Menurutnya kalau di SMA tidak
menyenangkan tugas-tugasnya karena terlalu banyak hitung-hitungan, dia tidak
menyukai hitung-hitungan.
Dosen-dosen
komunikasi sendiri itu relatif, ada yang mengasikkan ada yang menyebalkan.
Tetapi jika seorang dosen itu memberi tugas yang menantang berarti dosen
tersebut asik.
Teman-teman
dalam kelas komunikasi beraneka ragam ada yang iseng, ada yg serius, tapi ia
paling suka dengan orang yang mau membeli dagangan dia :D
Mata kuliah yg
disuka adalah komunikasi kelompok, karena ia menyenangi sewaktu ada tugas debat
dan diskusi karena hal tersebut membuat kelas menjadi ramai :D
Cara mengatasi
masalah yang timbul dalam kelompok adalah dengan musyawarah. Jika ada yang
egois orang tersebut harus memberikan alasan yang tepat dan masuk akal dahulu
baru alasannya dapat diterima.
Ada suka dukanya
dalam mengerjakan tugas. Dukanya tiap kali mengerjakan tugas wawancara ke
Jakarta, ia selalu pulang malam jam 12 baru tiba di rumah. Sementara suukanya
disaat mengerjakan tugas di rumah Amel di Bekasi karena bersama-bersama dengan
teman-teman dan di situ kebersamaan sangat terasa seperti keluarga sendiri.


