Kamis, 24 Mei 2012

Wawancara with Tauristyaa ~


Kelompok Lem Kertas telah melaksanakan wawancara pada tiga narasumber, pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2012. Narasumber kami terdiri dari tiga orang mahasiswi Komunikasi kelas A, yaitu Erlinda dari kelas KMN A1, Tauristia dan Dewi Rezki dari kelas KMN A2.

Menurut narasumber kami yang pertama kami wawancara, yaitu Tauristia menurutnya awal masuk kelas komunikasi dia merasa masih canggung terhadap teman-teman barunya. Ia masih merasa sendiri karena belum menemukan teman yang cocok dengan dia. Setelah beberapa waktu lama dia berada di kelas komunikasi, ia merasakan perbedaan saat ia SMA dengan kuliah. Perbedaan yang mencolok tentu sudah pasti dari teman-temannya. Menurutnya teman-teman di kuliah lebih dewasa dibanding teman-teman saat di SMA.

Beralih ke dosen-dosen komunikasi, menurut Tauristia, dosen-dosen komunikasi sebenarnya asik-asik dan baik. Tetapi ketika mereka memberi tugas, tugas tersebut tidak terkontrol, karena terlalu banyak tugas yang dikasih.

Menurut Tauristia dosen yang paling berkesan untuk dia adalah Pak Ezy, karena Pak Ezy itu orangnya gendut-gendut imoetz, chuaby, dan ngegemesin :D

Dan mengenai mahasiswa KMN kelas A menurutnya mereka merupakan teman-teman yang baik, asik-asik juga tentunya karena mahasiswa komunikasi pintar bergaul dan supel, tetapi menurutnya masih ada kelompok-kelompok tertentu yang masih menutup diri, belum bisa menyatu dengan teman-teman yang lain. Dan juga masih banyak kelompok yang tidak mau bergabung dengan yang lain.

Mengenai mata kuliah, selama kuliah ia menyukai mata kuliah sosiologi komunikasi karena saat praktikum Pak Hudi lebih banyak mengeluarkan games.

Dalam setiap mata kuliah pasti ada pembagian kelompok. Dan di dalam kelompok tersebut sudah pasti banyak perbedaan pendapat antar anggota kelompok. Menurut Tauristia cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan saling menghargai pendapat satu sama lain, tidak memaksakan kehendak dan tidak mengutamakan ego masing-masing individu.

Tugas yang menumpuk membuat Tauristia harus bekerja keras, banyak mengeluarkan pikiran. Hal tersebut membuat fisik dan pikirannya lelah. Tetapi apabila tugas tersebut telah terlaksanakan dan selesai dengan baik ia merasa sangat tenang dan lega.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar